Rabu, 07 Desember 2011

HIDUP INI SEDERHANA KOK...

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai kedalam tong sampah,  dan hal itu terlihat oleh penginterview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik / diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya : "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat : "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan : "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya : "Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah
dan memiliki secukupnya saja.

Yang terpenting dalam hidup ini ialah jadikan diri kita bermanfaat buat mahkluk lain.
Bukankah :

☻Hari ini lebih buruk dari kemarin >> Celaka

☻Hari ini sama dengan kemarin >> Rugi

☻Hari ini lebih baik dari kemarin >> Beruntung

Jadi, satu - satunya pilihan adalah Continuous Improvement...

Mudah - mudahan Bermanfaat ^^

Pencuri Kue

Seorang  wanita  sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam  sebelum  jadwal  terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk  wanita  tersebut membaca  buku  yang  baru  saja  dibelinya. Dalam keasyikannya  tersebut  ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit - menit berlalu. Wanita itu pun sempat berpikir ("Kalau aku bukan  orang baik  sudah  kutonjok dia!").

Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya  satu  kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki  itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi.

Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ("Ya ampun orang ini berani sekali"), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terimakasih!". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya.

Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya  dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam  hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain  dengan kacamata kita sendiri (subjektif) serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin  masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terimakasih. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Sumber : http://www.emotivasi.com/tag/pencuri-kue

Sabtu, 23 April 2011

Pemimpin Itu Enak

Ingatlah: Tanpa kepemimpinan yang baik, sebuah kelompok atau organisasi akan rentan konflik, rawan perpecahan, dan oleh sebab itu sulit bertumbuh dan berkembang. Kalaupun bergerak, ia sekadar maju-mundur, ke sana kemari, tanpa arah.

Kompetisi menjadi pemimpin sangat tinggi. Mengapa? Enak sih: Ia mempunyai pengaruh, kekuasaan, gaji, respek, derajat kebebasan, popularitas, dan fasilitas yang lebih tinggi dari orang lain. Maka orang pun berebutan menjadi presiden, menteri, gubernur, bupati, ketua, komandan, CEO, atau direktur.

Namun menjadi pemimpin sejati tidak mudah. Ia dituntut memproduksi keberhasilan riil yang bertumpu di atas kecerdasan, kematangan jiwa, karakter unggul, kompetensi tinggi, wawasan luas, kepribadian istimewa dan etos kerja unggulan. Tetapi pemimpin adalah manusia biasa juga yang terdiri dari neuron, darah dan daging beserta segenap kelemahannya.

Jadi, bagaimana pun juga, jadilah seorang pemimpin: jalankan empat peran kepemimpinan unggul, tunjukkan etos kepemimpinan yang tinggi, dan transformasikan organisasi Anda untuk meraih visi-misi-dan-ambisinya dengan meningkatkan kepuasan semua konstituen kepemimpinan Anda. Maka, marilah mempersiapkan diri sekarang juga. Dan mari mempertinggi kualitas kepemimpinan kita sebelum disalip orang lain. 

Ingatlah: Kepemimpinan yang baik merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan, kestabilan, dan kemajuan kelompok apa pun di dunia ini.